Home Internasional Trump Mengaku Kebal dari Covid-19

Trump Mengaku Kebal dari Covid-19

25
0
SHARE
Trump Mengaku Kebal dari Covid-19

Washington, BIZNEWS.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu 11 Oktober 2020 menegaskan dirinya kebal terhadap virus korona (covid-19). Dia menegaskan siap bertarung untuk menuju Gedung Putih di periode kedua melawan Joe Biden.

Dokter Gedung Putih, memberikan kepastian untuk Trump bahwa dia bisa kembali melakukan kegiatan publik pada Sabtu 10 Oktober 2020. Dr Sean Conley menyebut bahwa Trump tidak lagi menimbulkan risiko penularan virus korona. Tetapi klaim kekebalan yang diutarakan Trump masih belum terbukti.

"Sepertinya saya kebal, saya tidak tahu, mungkin dalam waktu lama dan mungkin waktu singkat, bisa seumur hidup, tidak ada yang benar-benar tahu. Tapi saya kebal," kata Trump kepada Fox News Minggu, seperti dikutip AFP Senin 12 Oktober 2020.

"Jadi sekarang Anda memiliki seorang presiden yang tidak harus bersembunyi di ruang bawah tanah seperti lawannya," tambah Trump, seraya menyindiri Joe Biden,  yang telah mengambil pendekatan yang jauh lebih hati-hati untuk berkampanye dalam pandemi.

Tetapi belum jelas sejauh mana penularan covid-19 memberi kekebalan, dengan studi awal menunjukkan beberapa bulan sementara yang lebih baru mengindikasikan penyakit itu bisa bertahan lebih lama.

Mengejar di poling

Trump, 74 tahun, masih diberikan obat Regeneron berupa campuran antibodi eksperimental yang dapat memberikan kekebalan hanya beberapa bulan. Tetapi campuran ini dikonsumsi sebagai pengobatan dan bukan sebagai vaksin.

"Dalam beberapa kasus, vaksin dapat bertahan selama beberapa dekade. (Tetapi) jika Anda mendapatkannya dalam bentuk kekebalan alami, itu belum diketahui," kata CEO Regeneron Leonard Schleifer kepada CBS Face the Nation, Minggu.

"Jika Anda mendapatkannya di botol kami. Jika Anda mau, itu mungkin akan bertahan selama berbulan-bulan," ucapnya.  

Membuntuti Biden dengan buruk hanya dengan 23 hari hingga pemungutan suara 3 November, Trump telah menghitung hari-hari sampai dia dapat mengejar dukungan lagi.

Presiden dari Partai Republik mengumpulkan ratusan pendukung untuk acara comeback di Gedung Putih pada Sabtu. Mengejar ketertinggalannya, Trump merencanakan unjuk rasa berturut-turut minggu ini -,di Florida pada Senin, kemudian Pennsylvania dan Iowa,- dalam upaya untuk menyelamatkan kampanyenya.

Selama wawancara teleponnya di Fox News, Trump menyatakan bahwa saingannya di Gedung Putih bisa jadi sakit. "Jika Anda melihat Joe, kemarin dia batuk parah dan meraih topengnya, saat dia batuk. Dan aku tidak tahu tentang apa itu semua, dan tidak banyak diberitakan,” tegas Trump.

Biden telah mengecam tekad Trump untuk melakukan kampanye dengan mengumpulkan banyak orang selama pandemi. Tetapi dia telah mengesampingkan kekhawatiran itu, bersikeras Amerika lebih unggul terhadap virus. "Tidak ada alasan untuk perilaku sembrono Presiden Trump," tulis Biden melalui Twitter pada Minggu.

Mantan wakil presiden di era pemerintahan Barack Obama itu, saat ini hampir 10 poin di depan dalam jajak pendapat nasional dengan keunggulan kuat di beberapa negara bagian medan pertempuran utama.

Sementara covid-19 telah menewaskan lebih dari 214.761 orang di Amerika Serikat. Virus korona itu telah menginfeksi hingga 7.760.593 orang hingga Senin 12 Oktober 2020. Demikian Medcom.id


Photo : google image