Home Internasional Hari Kesehatan Mental Sedunia, WHO: Kesehatan Mental yang Terabaikan

Hari Kesehatan Mental Sedunia, WHO: Kesehatan Mental yang Terabaikan

12
0
SHARE
Hari Kesehatan Mental Sedunia,  WHO: Kesehatan Mental yang Terabaikan

Jakarta, BIZNEWS.ID - Hari ini diperingati setiap tanggal 10 Oktober, pada tahun ini akan tema yang diusung adalah Investasi kesehatan Mental. Kendati hari ini diperingati setiap tahunya, namun banyak yang belum mengetahui tentang kesehatan mental.

Alih-alih untuk mengetahui, banyak orang yang tidak mengakui dirinya apabila berada diposisi mentalnya terganggu atau mengalami gangguan. Kesehatan mental dipengaruhi peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian dan perilaku seseorang.

Peristiwa-peristiwa tersebut dapat berupa kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak, atau stres berat jangka panjang. Jika kesehatan mental terganggu, maka timbul gangguan mental atau penyakit mental.

Gangguan mental dapat mengubah cara seseorang dalam menangani stres, berhubungan dengan orang lain, membuat pilihan, dan memicu hasrat untuk menyakiti diri sendiri. Beberapa jenis gangguan mental yang umum ditemukan, antara lain depresi, gangguan bipolar, kecemasan, gangguan stres pasca trauma (PTSD), gangguan obsesif kompulsif (OCD), dan psikosis.

Beberapa penyakit mental hanya terjadi pada jenis pengidap tertentu, seperti postpartum depression hanya menyerang ibu setelah melahirkan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan mental adalah salah satu bidang kesehatan masyarakat yang paling terabaikan.

Hampir 1 miliar orang di dunia memiliki gangguan kesehatan mental, 3 juta orang meninggal setiap tahun akibat penggunaan alkohol yang berbahaya dan satu orang meninggal setiap 40 detik karena bunuh diri.

Apalagi saat ini, sebagian besar masyarakat di dunia tengah bertempur melawan Covid-19. Situasi pandemi ini memaksa orang-orang mengubah kebiasaannya dalam menjalani hari. Kondisi ini bisa menyebabkan stres. Bagi orang-orang yang terdampak lebih jauh akan memgganggu kesehatan mentalnya.

Persoalannya, masih sedikit orang di dunia yang memiliki akses ke layanan kesehatan mental berkualitas. Di negara berpenghasilan rendah dan menengah, lebih dari 75 persen orang dengan gangguan mental, neurologis, dan penyalahgunaan zat tidak menerima pengobatan sama sekali untuk kondisi mereka.

Apalagi saat Covid-19, akses kesehatan menjadi sangat terbatas. Karena pelayanan kesehatan ikut terganggu. "Hari Kesehatan Mental Sedunia adalah kesempatan bagi dunia untuk berkumpul dan mulai memperbaiki pengabaian terhadap kesehatan mental,” kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Diberitakan sebelumnya oleh Jurnal Gaya dalam "Hari Kesehatan Mental Sedunia 10 Oktober 2020: Pengertian, Tema, dan Sejarah", Hari Kesehatan Mental Sedunia dirayakan untuk pertama kalinya pada 10 Oktober 1992 atas prakarsa Wakil Sekretaris Jenderal Richard Hunter.

Hingga tahun 1994, hari itu tidak memiliki tema khusus selain mempromosikan advokasi kesehatan mental secara umum dan mendidik masyarakat.

Pada tahun 1994 Hari Kesehatan Mental Sedunia dirayakan dengan tema untuk pertama kalinya atas saran dari Sekretaris Jenderal Eugene Brody. Temanya adalah "Meningkatkan Kualitas Layanan Kesehatan Mental di Seluruh Dunia".

Hari Kesehatan Mental Sedunia didukung oleh WHO melalui peningkatan kesadaran tentang masalah kesehatan mental menggunakan hubungan yang kuat dengan Kementerian Kesehatan dan organisasi masyarakat sipil di seluruh dunia. WHO juga mendukung pengembangan materi teknis dan komunikasi. Demikian pikiran-rakyat.com

Photo : google image