
Jakarta, BIZNEWS.ID - Selama beberapa bulan terakhir ini, work from home menjadi salah satu konsep bekerja yang digunakan banyak perusahaan. Bukanlah tanpa alasan, work from home diterapkan akibat dampak dari pandemi COVID-19.
Alhasil, para pekerja professional yang dulunya bekerja di kantor, tiba-tiba harus bekerja di rumah masing-masing. Ternyata hal tersebut bukanlah perkara yang mudah.
Banyak 'gangguan' yang dialami oleh para pekerja ketika bekerja di rumah. Sebut saja seperti adanya anak-anak yang mengajak bermain terus menerus (bagi yang sudah berkeluarga), 'godaan' tempat tidur yang 'mengajak' untuk santai sejenak, tidak adanya atasan yang mengawasi ketika bekerja, dan masih banyak lagi.
Tidak hanya itu, penerimaan informasi seputar pandemi dari berbagai media sosial mempengaruhi kondisi mental. Yang terjadi adalah kita bisa saja memikirkan tentang masa depan, apakah bisa menjadi lebih baik atau buruk? bagaimana dengan kondisi keluarga kita?
"Ketika kita berusaha mengatasi ' kondisi normal yang baru' selama waktu yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, bekerja dari rumah, menyendiri, mengkonsumsi lebih banyak media daripada yang biasa kita lakukan, mungkin sulit untuk memahami banyak perasaan baru yang mungkin kita alami. Hadapi. Dan dengan itu, kita bisa memahami di mana harus memusatkan perhatian kita - atau hanya bagaimana, ” jelas Sarah Romotsky, direktur kemitraan layanan kesehatan di Headspace yang dilansir dari Stylist.
Pada akhirnya yang terjadi adalah proses bekerja dari rumah menjadi tidak fokus karena susah berkonsentrasi. Berbagai 'gangguan' dan kondisi pandemi yang belum pernah dihadapi sebelumnya membuat kita semakin susah untuk berkonsentrasi.
Berikut sedikit tips dari Sarah Romotsky yang sekiranya bisa membantu kita untuk mengatasinya seperti dikutip Kumparan:
Menerima pemikiran dan perasaan yang baru
Romotsky memaparkan bahwa mindfulness (kesadaran penuh) adalat alat yang dapat membantu kita melandaskan perasaan ini dan terbukti membantu orang mengelola emosi yang sulit dengan lebih baik saat mereka muncul.
Dengan menjadi lebih sadar tentang apa yang kita rasakan, bahkan jika kita hanya sekedar memperhatikan bahwa kita menjadi terganggu atau kehilangan fokus, kita dapat mengamati dan menerima ini sebagai pengalaman yang normal dan dapat dimengerti.
“Menggunakan nafas kita sebagai jangkar, kita bisa merasa terhubung dengan momen saat ini untuk melawan rasa khawatir akan masa depan yang tidak pasti atau tidak mampu menyelesaikan tugas yang sedang kita kerjakan sekarang", katanya.
Menggunakan mindfulness (kesadaran penuh) untuk fokus
“Walaupun sulit untuk mempertahankan fokus di luar rutinitas atau lingkungan kerja yang biasa, terutama ketika cabin fever mulai muncul, mindfulness dapat digunakan untuk meminimalkan gangguan dan membantu untuk fokus pada saat ini,” jelas Romotsky.
Perlu diingat bahwa setiap orang memiliki kondisi kehidupan yang unik yang dapat menyebabkan kekhawatiran yang akut atau sebaliknya.
Berikut tips bagi mereka yang merasa terganggu dan cara mengatasinya:
Dengarkan: berlatih untuk mendengarkan dengan penuh kesadaran bersama diri sendiri. Beri diri kita ruang untuk terbuka dan jujur tentang apa yang kita rasakan, baik secara mental maupun fisik.
Rasakan: semua orang akan merasakan serangkaian emosi yang berbeda. Meluangkan waktu untuk mengakui bagaimana perasaan kita sebenarnya memberdayakan diri kita untuk merespon kebaikan dan belas kasihan terhadap apa yang kita alami.
Tanggapi: pada saat stres yang tinggi, mudah untuk membiarkan rasa frustrasi menghalangi kita untuk bertindak. Berhentilah dan berikan diri kita ruang untuk merespon apa yang benar-benar kita butuhkan dengan cara yang terampil dan baik. Mungkin kita perlu udara segar atau secangkir teh sebelum kita mencoba untuk mengatasi tujuan kita berikutnya.
Membangun rutinitas dan kebiasaan yang sehat
Saat ini adalah waktu yang tepat untuk membangun kebiasaan dan rutinitas yang sehat. Pastikan pula kita meluangkan waktu untuk memprioritaskan kesejahteraan kita sendiri saat melakukannya.
Selalu bangun pada waktu yang sama atau makan sarapan sehat setiap pagi adalah beberapa contoh aktivitas untuk mendorong kebiasaan positif sepanjang hari. Ini adalah dua hal berdampak paling tinggi yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan tidur yang sehat dan tubuh yang sehat.
Semakin kita menggabungkan rutinitas yang sehat ke dalam jadwal yang berantakan, maka semakin sehat dan bahagia yang akan kita rasakan.
Romotsky juga menyarankan untuk melakukan latihan pernapasan dan meditasi ke dalam aktivitas harian. Selain itu, lebih berhati-hati juga pada tugas sehari-hari yang kita lakukan.
“Daripada membiarkan diri anda tersesat di saat-saat frustrasi, akui itu, terima, duduklah, fokuslah pada pernapasan Anda dan kembalikan perhatian Anda pada perasaan dan alasan Anda. Ini akan membantu anda untuk membuat keputusan yang lebih baik," katanya.
Dengan ini maka kita akan menemukan diri kita untuk lebih memahami pikiran dan perasaan kita. Tidak hanya itu kita juga belajar untuk bekerja dengan fokus yang lebih baik serta berinvestasi dalam hubungan yang sehat antara pikiran dan tubuh.
Photo : google image
LEAVE A REPLY