Home Nasional Gunung Merapi Sering Keluarkan Suara Bergemuruh

Gunung Merapi Sering Keluarkan Suara Bergemuruh

28
0
SHARE
Gunung Merapi Sering Keluarkan Suara Bergemuruh

Yogyakarta, BIZNEWS.ID - Suara gemuruh lebih sering didengar warga di sekitar lereng Gunung Merapi pasca-kenaikan status Waspada menjadi Siaga III. Menurut Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, suara gemuruh itu berasal dari tekanan magma ke permukaan.

"Penjelasan ilmiahnya terkait dengan terdengarnya suara gemuruh adalah, pada saat ada tekanan magma ke permukaan maka ada guguran-guguran terjadi," kata Hanik saat dihubungi, Senin (16/11/2020). Lalu, lanjut Hanik, tekanan itu membuat material-material di puncak tidak stabil dan mudah runtuh.

"Karena tidak stabil material tersebut ngglundung (terjatuh), sehingga membuat suara gemuruh tadi. Magma kan terus menuju ke permukaan, karena ada magma yang menuju permukaan material yang di atas jadi tidak stabil," ucap Hanik.

Cari sumber resmi

Hanik mengakui, informasi soal aktivitas Merapi semakin banyak di media sosial.Dirinya pun meminta warga untuk mencari informasi dari sumber terpercaya atau dari pemerintah, salah satunya BPPTKG.

"Kalau dapat informasi dan ragu akan kebenarannya bisa langsung konfirmasi ke kami, karena kami punya tim informasi," ujarnya. Selain itu, Hanik mengaku, sosialisasi terkait aktivitas Gunung Merapi telah dilakukan.

Dirinya meyakini, warga telah memahami prosedur jika terjadi guguran atau terdengar suara gemuruh. "Sudah kita sosialisasikan kepada masyarakat, BPBD juga sudah bergerak. Jadi, saya kira semua sudah on the track," katanya.

Intensitas guguran

Dalam kesempatan itu, Hanik menjelaskan, berdasar laporan aktivitas Gunung Merapi pada periode pengamatan 15 November 2020 pukul 00.00-24.00 WIB terdengar suara guguran di lereng Barat Gunung Merapi. Saat itu terhitung ada lima kali (lemah hingga keras) suara gemuruh dari PGM Babadan.

Sebelumnya, BPPTKG mencatat pada hari Kamis (12/11/2020) laju deformasi Gunung Merapi rata-rata 13 sentimeter per hari. Laju rata-rata diukur menggunakan electronic distance measurement (EDM). Demikian Kompas.com

Photo : google image