
Keterangan Gambar : Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ibnu Qizam, SE., M.Si., Ak., CA,
BIZNEWS.ID, TURKI – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memperkuat jejaring internasional melalui kunjungan ke kantor MÜSİAD (Müstakil Sanayici ve İşadamları Derneği) cabang Sakarya, Turki. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Internasional dan Lecturer Mobility yang berlangsung pada 25–31 Oktober 2026.
Kunjungan tersebut melibatkan 10 mahasiswa dari jenjang sarjana, magister, dan doktoral, serta delapan dosen dan peneliti FEB UIN Jakarta. Delegasi diterima oleh jajaran pengurus MÜSİAD Sakarya untuk membahas pengembangan kerja sama akademik, hubungan industri, serta peluang perdagangan dan bisnis syariah di tingkat internasional.
Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi sivitas akademika FEB UIN Jakarta untuk memperoleh pemahaman langsung mengenai ekosistem industri dan jaringan bisnis Turki. Selain memperluas wawasan mahasiswa dan dosen, kunjungan tersebut diarahkan untuk membuka peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha lintas negara.
MÜSİAD merupakan asosiasi pengusaha dan industrialis independen yang didirikan di Istanbul pada 9 Mei 1990. Organisasi ini memiliki jaringan bisnis di berbagai wilayah Turki dan sejumlah negara, termasuk Indonesia, sehingga berpotensi menjadi mitra strategis dalam pengembangan hubungan ekonomi dan bisnis antara kedua negara.
Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ibnu Qizam, SE., M.Si., Ak., CA, mengatakan kunjungan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat keterhubungan antara dunia akademik dan industri global.
“Kunjungan ke MÜSİAD Sakarya memberi kesempatan berharga bagi mahasiswa dan dosen kami untuk memahami secara langsung bagaimana nilai-nilai profesionalisme, independensi, dan etika bisnis Islam diterapkan oleh jaringan pengusaha di Turki. Sinergi ini diharapkan membuka peluang kolaborasi di bidang riset terapan, magang internasional, hingga penguatan ekonomi dan keuangan syariah antarnegara,” ujar Ibnu Qizam.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah isu strategis, mulai dari potensi kemitraan perdagangan antara pengusaha Indonesia dan Turki, peran sektor usaha dalam memperkuat ketahanan ekonomi syariah, hingga peluang bagi lulusan FEB UIN Jakarta untuk terhubung dengan ekosistem bisnis internasional.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi pengusaha dinilai dapat memperluas ruang pembelajaran mahasiswa, terutama dalam memahami praktik bisnis lintas negara, dinamika industri, serta penerapan prinsip ekonomi dan keuangan syariah dalam aktivitas usaha.
Melalui program MBKM Internasional dan Lecturer Mobility, FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi melalui penguatan jejaring akademik dan industri. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas peluang riset kolaboratif, serta mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi dan daya saing di pasar kerja global. (man)




















LEAVE A REPLY