Home Sport Duta dan Laysa Tumbang Telak di JAPFA Chess Festival 2026, Gilbert Juara Open

Duta dan Laysa Tumbang Telak di JAPFA Chess Festival 2026, Gilbert Juara Open

JAPFA Chess Festival

0
SHARE
Duta dan Laysa Tumbang Telak di JAPFA Chess Festival 2026, Gilbert Juara Open

Keterangan Gambar : IM Satria Duta Cahaya dari Indonesia memberikan keterangan pers usai mengakhiri laga duel match melawan pecatur Vietnam, MI Dau Khoung Duy. Duta kalah 3 - 7.(FOTO ADI)

BIZNEWS.ID, JAKARTA - Pecatur muda Indonesia, MI Satria Duta Cahaya dan MIW Laysa Latifah, harus mengakui keunggulan lawan masing-masing dalam Duel Match JAPFA Chess Festival 2026 di Gedung Serbaguna, Senayan, Jakarta, Sabtu (5/9). Sedangkan di nomor Open, MI Gilbert Elroy Tarigan keluar sebagai juara dengan mengoleksi 7.5 VP.

Dari pangging duel match, Duta kalah 3-7 dari pecatur Vietnam, MI Dau Khoung Duy. Sementara Laysa takluk 2-8 dari pecatur Kazakhstan, WGM Xeniya Balabayeva.

Dalam duel putra, Duta hanya mampu mencuri 0,5 victory point (VP) pada salah satu partai catur kilat. Selebihnya, ia harus mengakui keunggulan Khoung Duy dalam tiga partai lainnya.

“Khoung Duy juga hebat catur blitz-nya. Meski telah berupaya bermain maksimal,” kata Duta seusai pertandingan.

Pengamat catur yang juga mantan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi, Kristianus Liem, mengaku tidak menyangka Duta kalah telak setelah sebelumnya mampu mengimbangi Khoung Duy pada nomor catur cepat.

“Saya sama sekali tak menduga, Duta kalah 1-3 di catur kilat. Karena kemarin di catur cepat, dia bisa mengimbangi permainan Khoung Duy,” ujar Kristianus.

Menurut Kristianus, Duta diduga mengalami tekanan mental setelah mengetahui keunggulan lawannya di nomor blitz.

“Kalau pecatur sudah kena mental, sulit mengatasinya. Satu-satunya cara adalah ‘jorogin’ (paksa) dia melawan pecatur yang kualitasnya di atas dia,” katanya.

Sementara itu, Laysa gagal memberikan perlawanan berarti kepada Xeniya. Dalam empat partai catur kilat, Laysa kalah dengan skor 0-4.
Kristianus menilai persoalan mental masih menjadi pekerjaan rumah bagi pecatur Indonesia.

“Ketika menang, mereka senang. Tapi begitu ‘kena pukul’, langsung down, sulit bangkit,” ucapnya.

Di kategori open, MI Gilbert Elroy Tarigan dari DKI Jakarta memastikan diri sebagai juara catur standar setelah mengoleksi 7,5 VP. Gelar tersebut dipastikan setelah Gilbert bermain remis melawan MI Arif Abdul Hafiz dari Jawa Barat pada babak terakhir.

Gilbert sebelumnya mengambil alih puncak klasemen dari MI Anjas Novita pada babak kedelapan setelah mengalahkan MI Danny Juswanto. Ia kemudian hanya membutuhkan tambahan 0,5 VP untuk mengamankan gelar juara.

MF Fabian Glen Mariano dari Bali finis di posisi kedua dengan 7,5 VP. Ia kalah dalam nilai Solkoff dari Gilbert. Arif menempati posisi ketiga dengan 7 VP, disusul MI Nayaka Budhiharma (Jatim), MF Zacky Diaulhaq (Jabar), dan MN Ahmad Fauzi (Kalsel).

“Saya bersyukur bisa tampil sebagai juara di kelompok open dalam JAPFA Chess Festival 2026. Hal itu dapat saya jadikan modal menuju Olimpiade catur nantinya,” ujar Gilbert.

Mantan Ketua Umum PB Percasi, GM Utut Adianto, menilai dukungan JAPFA terhadap perkembangan catur nasional sangat besar. Namun, ia menyebut Indonesia masih membutuhkan pecatur kelas dunia yang mampu menjadi lokomotif pembinaan.

“Yang belum, kita belum memiliki pemain sekelas Anand (Viswanathan Anand–India). Itu tantangan kita. Kalau kita mempunyai pemain seperti itu, dia mengerek yang bawah,” kata Utut.

Utut berharap kepengurusan PB Percasi berikutnya memiliki konsep dan dukungan anggaran berkelanjutan untuk melahirkan pecatur kelas dunia.

JAPFA Chess Festival 2026 berlangsung 1-6 September 2026 dan diikuti sekitar 520 peserta dari enam negara. Turnamen tersebut mempertandingkan 14 kategori dengan total hadiah Rp298,9 juta.(Dens)