Home Kesehatan Angka Kesembuhan Covid-19 di 5 Provinsi di Atas 80 Persen

Angka Kesembuhan Covid-19 di 5 Provinsi di Atas 80 Persen

17
0
SHARE
Angka Kesembuhan Covid-19 di 5 Provinsi di Atas 80 Persen

Jakarta, BIZNEWS.ID - Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan, persentase kasus kesembuhan 10 provinsi di Indonesia cenderung stabil selama lima pekan terakhir.

Hal ini berdasarkan catatan data Satgas pada periode 6 September - 4 Oktober 2020. Ke-10 provinsi yang dimaksud yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Bali, Papua dan Aceh.

"Bahkan lima dari 10 provinsi itu saling kejar-mengejar untuk menjadi yang terbaik dalam penanganan kasus Covid-19 di daerah masing-masing," kata Dewi dalam talkshow daring bertajuk "Covid-19 dalam Angka: Perkembangan Kasus di 10 Provinsi Prioritas” yang ditayangkan di kanal YouTube BNPB, Rabu (7/10/2020).

Kelima provinsi itu adalah Kalimantan Selatan yang menempati persentase paling tinggi dengan 85,59 persen tingkat kesembuhan, lalu Jawa Timur dengan persentase kesembuhan 85 persen.

Kemudian, Bali dengan persentase kesembuhan 83 persen, Sulawesi Selatan dengan persentase kesembuhan 81 persen, dan DKI Jakarta dengan persentase kesembuhan 81 persen. Namun, kata Dewi, tren persentase kesembuhan yang cenderung stabil ini tidak terjadi di Jawa Barat dan Papua. Dewi melanjutkan penambahan kasus kesembuhan bisa turun dikarenakan beberapa faktor.

"Di antaranya jumlah kasus aktif tiba-tiba naik, jumlah kasus penularan tiba-tiba tinggi, sehingga angka kesembuhan terus menurun," ungkapnya. Lebih lanjut, Dewi juga memaparkan lima provinsi berdasarkan angka kematian pada pekan terakhir.

Pertama, Sumatera Utara yang kasus angka kematian tak ada perubahan. Artinya jumlah kematian tidak bertambah dan berkurang.

"Namun demikian, bukan berarti di wilayah tersebut tidak ada kematian, melainkan kasus kematiannya sama dengan pekan sebelumnya," ungkapnya. Kedua, DKI Jakarta pada pertengahan dan akhir bulan September jumlahnya sempat naik namun mengalami penurunan.

Menurut Dewi, penurunan ini diperkirakan adanya intervensi dari pemerintah seperti memperkuat RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran dan penyediaan Hotel Isolasi Mandiri.

"Efeknya kasus berkurang 0,8 persen," ungkap Dewi. Sedangkan, Jawa Barat mencatat kasus kematian yang meningkat pesat dalam dua pekan terakhir. "Provinsi Jawa Tengah turun pada pekan terakhir, sedangkan Jawa Timur tren masih tinggi pekan terakhir naik 5,9 persen," ungkapnya.

“Di Jawa Timur peningkatan kasusnya sudah bergeser ke daerah lain, bukan lagi di Surabaya,” tutur Dewi. Di Kalimantan Selatan masih mengalami kenaikan kasus kematian sebesar 25 persen. Provinsi Sulawesi Selatan mengalami penurunan angka kematian di tiga pekan terakhir.

Sementara itu di Papua, angka kematian pada dua pekan terakhir bertambah meski kematian jumlah absolut tidak terlalu tinggi. "Bila dibandingkan biasanya dalam seminggu kasus kematian hanya satu, dua, lima, atau enam, tiba-tiba tinggi di pekan terakhir," ungkap Dewi.

“Ini juga harus diwaspadai pemerintah daerah Papua. Harus ada yang bisa menanganinya. Kenapa di pekan terakhir tinggi? Apakah jumlah yang sakit semakin banyak? Dengan demikian tenaga kesehatan harus dipastikan setiap harinya harus siap siaga di rumah sakit,” tambahnya. Demikian Kompas.com

 
Photo : google image