
Keterangan Gambar : Ketua Bidang Organisasi Serumpun Syarikat Islam, Muhammad Nur Ohoitenan.
Serangan penyiraman air keras yang menimpa aktivis hak asasi manusia Andrie Yunus menuai kecaman dari berbagai pihak. Serumpun Syarikat Islam menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kekerasan brutal yang mengancam ruang demokrasi dan kebebasan sipil di Indonesia.
Andrie Yunus yang menjabat Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) diserang oleh dua orang tak dikenal pada Kamis malam (12/3) di kawasan Jalan Salemba I, Jakarta. Pelaku diduga datang menggunakan sepeda motor sebelum menyiramkan cairan keras ke arah korban.
Ketua Bidang Organisasi Serumpun Syarikat Islam, Muhammad Nur Ohoitenan, mengecam keras insiden tersebut. Ia menilai aksi kekerasan terhadap aktivis merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi dalam negara hukum yang menjunjung tinggi demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia.
“Serangan terhadap Andrie Yunus merupakan tindakan keji dan tidak berperikemanusiaan. Kekerasan semacam ini tidak hanya melukai korban secara fisik, tetapi juga berpotensi menimbulkan rasa takut di kalangan masyarakat sipil yang memperjuangkan nilai-nilai demokrasi dan keadilan,” kata Ohoitenan dalam keterangannya, Sabtu (14/3).
Menurut dia, negara memiliki tanggung jawab konstitusional untuk menjamin keselamatan setiap warga negara, termasuk aktivis dan pembela HAM yang menjalankan perannya secara sah dalam sistem demokrasi.
Ohoitenan juga mengingatkan bahwa perlindungan terhadap pembela HAM telah diatur dalam berbagai regulasi nasional, salah satunya Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Aturan tersebut, kata dia, menegaskan komitmen negara untuk menjaga ruang kebebasan sipil serta melindungi individu yang memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat.
Ia mendesak aparat penegak hukum agar segera mengusut tuntas kasus tersebut. Menurutnya, penyelidikan tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan, tetapi juga harus mengungkap pihak yang diduga menjadi aktor intelektual di balik serangan itu.
“Kami meminta aparat penegak hukum bertindak cepat, profesional, dan transparan dalam mengungkap pelaku maupun otak di balik aksi teror ini. Negara tidak boleh kalah oleh tindakan kekerasan yang mengancam demokrasi,” ujarnya.
Serumpun Syarikat Islam juga mengimbau seluruh jaringannya di berbagai daerah untuk ikut mengawal proses hukum kasus tersebut. Pengawalan masyarakat sipil dinilai penting agar proses penegakan hukum berjalan terbuka dan akuntabel.
Selain itu, Ohoitenan menyampaikan solidaritas kepada Andrie Yunus dan berharap korban segera pulih dari luka yang dideritanya. Ia berharap Andrie dapat kembali menjalankan aktivitasnya sebagai pembela hak asasi manusia.
“Penanganan kasus ini menjadi ujian bagi komitmen negara dalam melindungi pembela HAM dan menjaga kualitas demokrasi di Indonesia,” kata dia.
Ia juga mengajak berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi masyarakat, akademisi, jurnalis, hingga komunitas demokrasi untuk bersama-sama mengawal proses hukum secara kritis.
Menurutnya, pengusutan yang tuntas dan transparan penting agar kasus serupa tidak terulang dan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum tetap terjaga.(Dens)



.jpeg)

.jpeg)











.jpeg)


LEAVE A REPLY