Home Kesehatan Senator dr. Jihan : Jangan Ada Pejabat Minta Didahulukan Vaksin Ketiga

Senator dr. Jihan : Jangan Ada Pejabat Minta Didahulukan Vaksin Ketiga

0
SHARE
Senator dr. Jihan : Jangan Ada Pejabat Minta Didahulukan Vaksin Ketiga

Bandar Lampung, BIZNEWS.ID - Indonesia kembali kedatangan bahan baku (bulk) vaksin Covid-19 Moderna sebanyak 1,5 juta dosis pada Kamis (15/7). Senator Lampung dr. Jihan Nurlela menekankan Vaksin Moderna tersebut sebagai vaksin tahap ketiga atau Booster bagi tenaga kesehatan.

Dengan penyebaran Corona Virus varian Delta sekarang ini, maka tenaga kesehatan sudah seharusnya mendapatkan vaksinasi booster tersebut. Senator cantik ini meminta vaksinasi Booster ini jangan sampai justru dimanfaatkan oknum pejabat Negara.

“Booster moderna harus tuntas dulu ke tenaga kesehatan, apalagi dengan penyebaran varian Delta saat ini, termasuk pejabat pun semoga tidak ada pejabat minta didahulukan sebelum booster untuk nakes tuntas,” ujarnya seperti dikutip dpd.go.id

Menurutnya, dengan kedatangan tambahan dosis vaksin ini artinya para vaksinator harus bersiap untuk bekerja lebih ekstra.

“Sehingga saya berharap pemerintah pusat-daerah juga turut memberi perhatian khusus bagi para vaksinator,” katanya.

dr. Jihan berharap dengan pemberian booster bagi tenaga kesehatan ini sesuai namanya sebagai booster, sehingga dapat menjadi penguat, agar bisa melindungi tenaga kesehatan yang berjibaku di garis depan melawan Pandemi Covid 19.

“Booster ini mudah-mudahan bisa melindungi Nakes, sehingga mereka bisa bekerja dengan lebih tenang,” harapnya.

Jihan pun mengimbau kepada seluruh tenaga kesehatan untuk segera divaksinasi booster ini. Apalagi untuk virus varian Delta ini dibutuhkan imunitas kuat, terutama saat menghadapi pasien positif COVID-19 secara langsung.

“Nakes jadi kita tentu harusnya lebih terlindungi karena langsung berhadapan dengan pasien positif COVID-19, apalagi dengan adanya varian Deltas sekarang ini, tentu imunitas nakes harus lebih kuat lagi,” imbunnya, seraya berharap masyarakat tetap menaati prokes 5 M.