
Keterangan Gambar : Wakil Ketua III Bidang Organisasi KONI Pusat, Brigjen TNI (Purn) Purwadi, saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka Munas PB Persambi 2026 di Gedung KOI, Jakarta, Kamis (9/4).(FOTO Dok. KOI)
BIZNEWS.ID, JAKARTA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat membuka peluang cabang olahraga sambo kembali dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang rencananya digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan alternatif tuan rumah DKI Jakarta.
Peluang tersebut muncul setelah sambo sebelumnya resmi dipertandingkan pada PON XXI 2024 Aceh-Sumatera Utara.
Wakil Ketua III Bidang Organisasi KONI Pusat, Brigjen TNI (Purn) Purwadi, mengatakan sambo memiliki rekam jejak yang cukup kuat untuk kembali masuk dalam daftar cabang olahraga PON mendatang.
“Sambo sebelumnya telah dipertandingkan pada PON XXI 2024 di Sumatera Utara dan Aceh. Selain itu, juga tampil pada PON Bela Diri 2025 di Kudus serta Kejuaraan Dunia Sambo Junior 2025 di Bogor,” ujar Purwadi dalam Musyawarah Nasional Pengurus Pusat Perkumpulan Sambo Indonesia di Gedung KOI Senayan, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Meski cabang olahraga Olimpiade menjadi prioritas dalam PON, Purwadi menegaskan sambo tetap memiliki peluang melalui jalur usulan tuan rumah.
“Dalam rangka PON 2028 di NTT-NTB, sambo sebenarnya bisa dimasukkan. Tuan rumah memiliki jatah untuk mengusulkan tiga cabang olahraga, ini yang harus dimanfaatkan,” katanya.
Purwadi menekankan pentingnya peran Pengurus Pusat Persambi untuk melakukan pendekatan ke pemerintah daerah, khususnya di NTT, NTB, maupun DKI Jakarta.
“Pengurus pusat bisa melakukan pendekatan kepada provinsi. Dengan begitu, sambo berpeluang untuk kembali dipertandingkan,” ucapnya.
Selain itu, KONI Pusat juga menilai ajang PON Bela Diri 2026 di Sulawesi Utara dapat menjadi momentum strategis untuk memperkuat eksistensi sambo di tingkat nasional.
“Kami akan menyampaikan aspirasi ini ke bidang prestasi. Namun, kami tidak dalam posisi menyetujui langsung. Kami mendorong Persambi aktif berkomunikasi dengan daerah karena ada tiga cabang olahraga yang bisa dipilih,” jelas Purwadi.
Dukungan terhadap upaya tersebut juga datang dari daerah. Ketua Pengprov Persambi Aceh, Faisal Reza, mengaku telah mengajukan aspirasi kepada KONI Aceh.
“Kami sudah menyampaikan agar sambo bisa dipertandingkan di PON 2028 NTT-NTB. Kami punya modal medali emas dari PON 2024, dan sambo tidak membutuhkan stadion besar,” katanya.
Hal serupa disampaikan Ketua Pengprov Persambi Sulawesi Utara, Audi Mantiri, yang mendorong KONI daerahnya untuk mengusulkan sambo masuk dalam PON 2028.
Purwadi pun optimistis kepemimpinan Ketua Umum PP Persambi, Krisna Bayu, mampu meningkatkan peluang sambo tampil kembali di ajang olahraga terbesar nasional tersebut.
“Kami mendukung kepemimpinan Pak Krisna Bayu. Sambo membutuhkan pemimpin yang berani, rela berkorban, dan tegas untuk terus berkembang,” pungkasnya.(Dens)


















LEAVE A REPLY