
Keterangan Gambar : Shin Tae-yong bersama Presiden Persija Mohamad Prapanca (kiri) dan penerjemah Shin, Jong Seok-seo, dalam konferensi pengenalan Shin sebagai Pelatih Kepala Persija, Senin (8/6).(FOTO Dok. Persija)
BIZNEWS.ID, JAKARTA - Persija Jakarta resmi menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala untuk mengarungi kompetisi Liga 1 musim 2026/2027. Penunjukan pelatih asal Korea Selatan itu menjadi langkah strategis Macan Kemayoran dalam memulai era baru sekaligus mengembalikan klub ke jalur prestasi.
Keputusan merekrut Shin Tae-yong diambil setelah Persija melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan tim, baik dari sisi teknis maupun pengembangan jangka panjang. Rekam jejak pelatih berusia 56 tahun tersebut dinilai sesuai dengan ambisi klub yang ingin membangun tim kompetitif dengan fondasi kuat untuk masa depan.
Shin bukan nama asing bagi sepak bola Asia. Saat masih berkarier di level klub, ia sukses mengantarkan Seongnam Ilhwa Chunma menjuarai Liga Champions Asia 2010 dan Piala FA Korea Selatan 2011. Sementara di level internasional, ia membawa Korea Selatan tampil di Piala Dunia 2018 dan mencatat kemenangan bersejarah atas Jerman pada fase grup.
Kariernya semakin mendapat sorotan saat menangani Timnas Indonesia sejak 2020. Di bawah kepemimpinannya, skuad Garuda mengalami perkembangan signifikan, baik dari segi permainan maupun prestasi. Indonesia untuk pertama kalinya mampu menembus babak 16 besar Piala Asia 2023 dan melangkah hingga putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Tak hanya dikenal sebagai pelatih bertangan dingin, Shin juga memiliki reputasi kuat dalam mengembangkan pemain muda. Faktor tersebut menjadi salah satu alasan utama Persija menjatuhkan pilihan kepadanya, mengingat klub ibu kota itu selama ini dikenal konsisten melahirkan talenta-talenta potensial dari kelompok usia muda.
Presiden Persija, Mohamad Prapanca, menegaskan bahwa Shin Tae-yong merupakan figur yang tepat untuk membawa klub mencapai target yang lebih tinggi pada musim mendatang.
“Shin Tae-yong adalah pelatih yang memiliki kompetensi, pengalaman, dan visi yang sesuai dengan arah Persija. Kami memilih sosok yang tidak hanya memiliki kualitas teknis dan taktis, tetapi juga kemampuan untuk membangun mentalitas pemenang dalam tim,” kata Prapanca dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (8/6).
Menurutnya, Persija membutuhkan sosok yang mampu menghadirkan standar profesionalisme tinggi sekaligus membentuk karakter tim yang tangguh dalam menghadapi persaingan ketat Liga 1.
“Kami yakin seluruh elemen klub, termasuk Jakmania, dapat bersatu memberikan dukungan penuh terhadap perjuangan di musim depan. Persija dan Shin Tae-yong akan bekerja keras membentuk tim yang solid, tangguh, dan mampu mengakhiri musim dengan penuh kebanggaan serta suka cita,” ujarnya.
Sementara itu, Shin Tae-yong mengaku bangga mendapat kesempatan menangani Persija. Pengalamannya selama lima tahun bekerja di Indonesia membuatnya cukup memahami karakter sepak bola nasional, termasuk kekuatan yang dimiliki Macan Kemayoran.
“Sebelumnya saya sudah melatih Timnas Indonesia selama lima tahun, sehingga saya cukup mengenal Persija. Menurut saya, Persija adalah salah satu tim terbaik di Indonesia,” ujar Shin.
Mantan pelatih Timnas Indonesia itu menegaskan target utamanya adalah membawa Persija meraih prestasi terbaik. Ia juga berjanji akan menyajikan permainan yang mampu memuaskan para pendukung setia tim.
“Target saya adalah meraih prestasi terbaik. Saya akan berusaha semaksimal mungkin agar para pendukung Persija dapat melihat permainan terbaik. Dengan kebersamaan yang terjalin bersama para pemain, saya berharap kami bisa membawa Persija berada di posisi terbaik,” tuturnya.
Shin juga meminta kepercayaan dari seluruh elemen klub untuk menjalankan proses pembangunan tim yang tengah dirancangnya.
“Satu hal yang bisa saya janjikan kepada Jakmania, kami tidak akan menampilkan pertandingan yang tidak baik. Saya mohon kepercayaan kepada saya, kepada klub, dan kepada para pemain. Jika ketiganya bisa menjadi satu, kami akan menunjukkan perjuangan terbaik, mental yang kuat, dan para pemain yang siap berkorban untuk tim,” ucapnya.
Persija turut memastikan bahwa staf pelatih akan mendapat dukungan penuh melalui sistem kerja yang terintegrasi antara manajemen, pemain, dan tim kepelatihan. Dengan fondasi tersebut, kehadiran Shin Tae-yong diharapkan tidak hanya membawa perubahan dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi titik awal kebangkitan Persija untuk kembali menjadi kekuatan utama sepak bola Indonesia.(Dens)
Keputusan merekrut Shin Tae-yong diambil setelah Persija melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan tim, baik dari sisi teknis maupun pengembangan jangka panjang. Rekam jejak pelatih berusia 56 tahun tersebut dinilai sesuai dengan ambisi klub yang ingin membangun tim kompetitif dengan fondasi kuat untuk masa depan.
Shin bukan nama asing bagi sepak bola Asia. Saat masih berkarier di level klub, ia sukses mengantarkan Seongnam Ilhwa Chunma menjuarai Liga Champions Asia 2010 dan Piala FA Korea Selatan 2011. Sementara di level internasional, ia membawa Korea Selatan tampil di Piala Dunia 2018 dan mencatat kemenangan bersejarah atas Jerman pada fase grup.
Kariernya semakin mendapat sorotan saat menangani Timnas Indonesia sejak 2020. Di bawah kepemimpinannya, skuad Garuda mengalami perkembangan signifikan, baik dari segi permainan maupun prestasi. Indonesia untuk pertama kalinya mampu menembus babak 16 besar Piala Asia 2023 dan melangkah hingga putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Tak hanya dikenal sebagai pelatih bertangan dingin, Shin juga memiliki reputasi kuat dalam mengembangkan pemain muda. Faktor tersebut menjadi salah satu alasan utama Persija menjatuhkan pilihan kepadanya, mengingat klub ibu kota itu selama ini dikenal konsisten melahirkan talenta-talenta potensial dari kelompok usia muda.
Presiden Persija, Mohamad Prapanca, menegaskan bahwa Shin Tae-yong merupakan figur yang tepat untuk membawa klub mencapai target yang lebih tinggi pada musim mendatang.
“Shin Tae-yong adalah pelatih yang memiliki kompetensi, pengalaman, dan visi yang sesuai dengan arah Persija. Kami memilih sosok yang tidak hanya memiliki kualitas teknis dan taktis, tetapi juga kemampuan untuk membangun mentalitas pemenang dalam tim,” kata Prapanca dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (8/6).
Menurutnya, Persija membutuhkan sosok yang mampu menghadirkan standar profesionalisme tinggi sekaligus membentuk karakter tim yang tangguh dalam menghadapi persaingan ketat Liga 1.
“Kami yakin seluruh elemen klub, termasuk Jakmania, dapat bersatu memberikan dukungan penuh terhadap perjuangan di musim depan. Persija dan Shin Tae-yong akan bekerja keras membentuk tim yang solid, tangguh, dan mampu mengakhiri musim dengan penuh kebanggaan serta suka cita,” ujarnya.
Sementara itu, Shin Tae-yong mengaku bangga mendapat kesempatan menangani Persija. Pengalamannya selama lima tahun bekerja di Indonesia membuatnya cukup memahami karakter sepak bola nasional, termasuk kekuatan yang dimiliki Macan Kemayoran.
“Sebelumnya saya sudah melatih Timnas Indonesia selama lima tahun, sehingga saya cukup mengenal Persija. Menurut saya, Persija adalah salah satu tim terbaik di Indonesia,” ujar Shin.
Mantan pelatih Timnas Indonesia itu menegaskan target utamanya adalah membawa Persija meraih prestasi terbaik. Ia juga berjanji akan menyajikan permainan yang mampu memuaskan para pendukung setia tim.
“Target saya adalah meraih prestasi terbaik. Saya akan berusaha semaksimal mungkin agar para pendukung Persija dapat melihat permainan terbaik. Dengan kebersamaan yang terjalin bersama para pemain, saya berharap kami bisa membawa Persija berada di posisi terbaik,” tuturnya.
Shin juga meminta kepercayaan dari seluruh elemen klub untuk menjalankan proses pembangunan tim yang tengah dirancangnya.
“Satu hal yang bisa saya janjikan kepada Jakmania, kami tidak akan menampilkan pertandingan yang tidak baik. Saya mohon kepercayaan kepada saya, kepada klub, dan kepada para pemain. Jika ketiganya bisa menjadi satu, kami akan menunjukkan perjuangan terbaik, mental yang kuat, dan para pemain yang siap berkorban untuk tim,” ucapnya.
Persija turut memastikan bahwa staf pelatih akan mendapat dukungan penuh melalui sistem kerja yang terintegrasi antara manajemen, pemain, dan tim kepelatihan. Dengan fondasi tersebut, kehadiran Shin Tae-yong diharapkan tidak hanya membawa perubahan dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi titik awal kebangkitan Persija untuk kembali menjadi kekuatan utama sepak bola Indonesia.(Dens)




















LEAVE A REPLY